Rumah Sangrai Kancabhumi baru saja menyangrai kopi keren: Arabica-typica, proses pascapanen natural, tumbuh di kawasan pegunungan antara Gunung Manglayang (Kabupaten Sumedang) dan Gunung Bukitpalasari (Kabupaten Bandung) di rentang ketinggian 1350 - 1428 mdpl menurut altimileter digital.
Sebagai typica, kopi ini satu keturunan dengan Arabica Puntang yang sudah mendunia itu (dan telah mulai dibudidaya di dataran tinggi Priangan menjelang pembangunan Jalan Raya Pos - Deandels akhir abad ke-18). Palintang ini bukan inferior terhadap Puntang. Ia adalah bagian dari perayaan kopi Nusantara yang dikelola dan diproduksi oleh komunitas-komunitas lokal.
Saya suka karakter Palintang natural ini. Manisnya tidak giung, terasa jernih dan istimewanya, definisi citarasanya tidak ada dalam flavour-wheel yang diberhalakan para pelaku kopi masa kini.

Comments
Post a Comment