Rumah Sangrai dan Seduh Panggilan Kancabhumi menyangrai salah satu kopi yang diolah semi-basah pada tanggal 21 November 2018. Kopi Merapi yang dibudidaya dan dikelola di Babadan II Paten, Dukun, Magelang. Untuk variestas yang sama dengan proses kering (natural), kopi ini masuk 10 besar dalam “Best Indonesian Coffee 2018”.
Kopi disangrai sedang dengan lama penyangraian 13 menit. Inti-kopi pecah pada menit ke-9 dan pembakaran dihentikan pada menit ke-11. Pada menit ke-13, kopi dikeluarkan dari pemasak dan diangin-anginkan selama 15 menit.
Pada uji seduh pertama, 45 menit setelah penyangraian, aroma klengkeng pada kopi dan bubuk kopi tidak terlalu kuat. Cita rasa klengkeng dan dan kekentalan bercitarasa coklat yang tipis terasa cukup kuat. Setelah diuji seduh pada hari kelima, kopi ini menunjukkan karakter yang cukup kaya bagi kopi arabika yang tumbuh diketinggian 1200-an mdpl. Wangi klengkeng sangat kuat dan keasamannya tipis. Pada hasil uji-seduh tubruk, rasa coklat cukup tebal dan sedikit citarasa manis klengkeng. Hasil uji-seduh saring dengan rasio 1:12 selama 3 menit; manis klengkeng lebih kuat dan rasa sepat yang segar agak terasa di pangkal tenggorokan. Kopi yang pembudidayaannya ini baru 2 tahunan, cukup jernih, tidak terlalu tebal meski masih ada rasa sepat. Namun apabila penyangraian dilakukan 6 bulan atau setahun setalah proses pascapanen selesai, rasa sepat ini sepertinya akan hilang.
Bagi saudara-saudari yang berminat menyangrai atau membeli kopi tersangrai Arabika Merapi ini, sila menghubungi saudara Yulius Krisdianto melalui di akun Instagram @kopiarabikamerapi. Tersedia proses kering, semi-kering, dan basah.

Comments
Post a Comment